|
|
|---|
Showing posts with label Artikel Modifikasi. Show all posts
Showing posts with label Artikel Modifikasi. Show all posts
Wednesday, August 3, 2011
Modifikasi SQ Toyota Yaris - Senjata Perang Dynamics Auto Sound
0 comments Posted by crue at 6:12 PMSuguhan menarik ketika sesi foto dengan mobil Toyota Yaris S Limited 2006 milik Suryadi Susanto memang sangat berbeda, karena ditemani model cantik bernama Sarah yang diboyong khusus untuk menemani mobil-mobil modifikasi sound system dari Team Pioneer ketika acara pemotretan di Ancol.
Tak kalah menggoda dengan lekuk tubuh sang model, Yaris dengan bodi bercorak Team Pioneer juga menjadi daya tarik sendiri untuk diamati dari segi sound system. Seringnya mobil hasil tuner Dynamics Auto Sound tampil menjadi juara pada kontes sound quality alias SQ kelas 15 juta membuat penasaran untuk di kulik lebih jauh lagi.
Tanpa basa-basi kita coba untuk membahas rahasia sang pemilik Yaris sekaligus tuner dalam meracik mobil jawara ini. Namanya juga mobil dengan spek SQ, posisi suara staging, imaging, dan lainnya menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi. Apalagi bagian headunit, pastinya memakai yang sudah terbukti. Di sektor perangkat pengolahan sentral Suryadi mengunakan headunit Alpine CDA 9887 yang terbenam didepan dashboard. Headunit ini tergolong lengkap dalam fitur-fitur yang dimiliki.
Untuk pengeras suaranya, Suryadi menggunakan speaker Crescendo Opus 7. Speaker berjenis 3-way ini dipilihi lantaran meiliki suara bass yang tebal dan rendah, sehingga menghasilkan gema pada suara rendahnya. Demikian juga pada suara high pada Opus 7 yang tidak menyerang telinga sehingga lembut untuk didengar. Speaker tersebut rapih terpasang di pilar A dan doortrim. Untuk menghasilkan efek suara rendah, Suryadi memakai subwoofer Crescendo Etude 2.10 yang diletakan apik dibagasi belakang. Subwoofer ini dipilih karena terkenal dengan menghasilkan bass yang deep dan tight.
Dari semua pengeras suara yang didominasi Crescendo, Suryadi men-drive nya dengan memakai power amplifier dari Genesis Profile 5. Power ini adalah kombinasi yang bagus agar dapat menghasilkan suara yang lebih sempurna. Sementara untuk menyalurkan arus agar lebih optimal pria berkacamata ini memilih menggunakan kabel Speaker Harmonic Harmony dan kabel RCA Interlude.
Bila semua aspek suara sudah terpenuhi dengan baik, faktor keheningan kabin menjadi hal penting untuk sebuah mobil SQ guna meredam suara bising diluar, meredam getaran mobil saat dihidupkan serta membuat mobil lebih rigid seolah-olah seperti ruangan di rumah. Untuk itu Suryadi melapisi Yaris kesanyangannya dengan peredam dari Checkmat dan Crescendo.
Bila semua aspek suara sudah terpenuhi dengan baik, faktor keheningan kabin menjadi hal penting untuk sebuah mobil SQ guna meredam suara bising diluar, meredam getaran mobil saat dihidupkan serta membuat mobil lebih rigid seolah-olah seperti ruangan di rumah. Untuk itu Suryadi melapisi Yaris kesanyangannya dengan peredam dari Checkmat dan Crescendo.
Puas dengan mengulik perangkat apa saja yang digunakan Suryadi untuk yarisnya, sekarang giliran melakukan tes dengar.
Tester Sound
Pengujian pertama adalah sektor sound-stage atau tata panggung dari sistem audio Yaris ini, yang terdiri dari tinggi, lebar, dan kedalaman. Keunggulan dari mobil ini terletak pada lebar panggung-nya yang mampu menyajikan suara hingga tepat ujung-ujung pilar kiri dan kanan. Kelihaian Suryadi selaku punggawa workshop Dynamics Auto Sound pun tercermin dari placing dan angling pilar tweeter dan midrange-nya, sehingga lebar panggung optimal lebih mudah tercapai. Sedangkan untuk tinggi dan kedalaman panggung, Yaris ini cukup baik walau tidak se-istimewa lebar-nya.
Tahap selanjutnya adalah pengujian imaging (fokus), yang meliputi tiap-tiap titik/posisi suara, mulai dari left, left-center, center, right-center, hingga right. Secara overall untuk imaging, Yaris ini pantaslah merebut juara 1 kontes SQ ABT (Autoblackthrough) di Bandung baru-baru ini. Bagaimana tidak, tim BosMobil tidak menemukan celah gejala sedikitpun pada point imaging ini. Fokus suara pada tiap-tiap titik sangat nyata dan porsi “image-size” juga pas. Hal ini tentunya banyak dipengaruhi oleh kematangan Suryadi selaku pemain lama car audio, karena men-setting suara menjadi fokus merupakan pekerjaan yang cukup sulit.
Kelar dengan dua hal terkait teknikal, sekarang giliran pengujian tonal atau kualitas suara itu sendiri. Kesan pertama saat mulai mendengarkan lagu, tim BosMobil salut dengan suara bass mobil ini, yaitu deep, tight, juga extend-nya bagus. Meskipun artikulasi bass terkesan biasa saja, namun secara overall point bass lah yang paling berkesan. Sedangkan untuk midrange dan tweeter-nya, lagi-lagi Suryadi sungguh piawai. Tidak ada yang dipaksakan, semuanya “serba cukup”. Artinya, midrange dan tweeter sangat pas sajiannya atau istilahnya “ngeblend”, seakan menjadi satu-kesatuan. Dengan demikian, keharmonisan antar frekuensi menjadi berimbang, inilah yang sering disebut sebagai spectral balance.
Tester Sound
Pengujian pertama adalah sektor sound-stage atau tata panggung dari sistem audio Yaris ini, yang terdiri dari tinggi, lebar, dan kedalaman. Keunggulan dari mobil ini terletak pada lebar panggung-nya yang mampu menyajikan suara hingga tepat ujung-ujung pilar kiri dan kanan. Kelihaian Suryadi selaku punggawa workshop Dynamics Auto Sound pun tercermin dari placing dan angling pilar tweeter dan midrange-nya, sehingga lebar panggung optimal lebih mudah tercapai. Sedangkan untuk tinggi dan kedalaman panggung, Yaris ini cukup baik walau tidak se-istimewa lebar-nya.
Kelar dengan dua hal terkait teknikal, sekarang giliran pengujian tonal atau kualitas suara itu sendiri. Kesan pertama saat mulai mendengarkan lagu, tim BosMobil salut dengan suara bass mobil ini, yaitu deep, tight, juga extend-nya bagus. Meskipun artikulasi bass terkesan biasa saja, namun secara overall point bass lah yang paling berkesan. Sedangkan untuk midrange dan tweeter-nya, lagi-lagi Suryadi sungguh piawai. Tidak ada yang dipaksakan, semuanya “serba cukup”. Artinya, midrange dan tweeter sangat pas sajiannya atau istilahnya “ngeblend”, seakan menjadi satu-kesatuan. Dengan demikian, keharmonisan antar frekuensi menjadi berimbang, inilah yang sering disebut sebagai spectral balance.
Dari sini membuktikan bahwa untuk mendapatkan kualitas SQ yang mumpuni, tidak selalu ditentukan oleh faktor komponen barang mahal, namun dengan fine tuning yang maksimal, kualitas SQ pun akan tercapai. Dengan budget 15 juta, Yaris karya Dynamic Autosound ini mampu menghasilkan yang terbaik.
Data Modifikasi :
Headunit : Alpine CDA 9887, Speaker : Crescendo Opus 7 3-Way, Subwoofer : Crescendo Etude 2.10, Power : Genesis Profile 5, Kabel Speaker : Harmonic Harmony, Kabel RCA : Interlude, Peredam : Checkmate & Crescendo.
Data Modifikasi :
Headunit : Alpine CDA 9887, Speaker : Crescendo Opus 7 3-Way, Subwoofer : Crescendo Etude 2.10, Power : Genesis Profile 5, Kabel Speaker : Harmonic Harmony, Kabel RCA : Interlude, Peredam : Checkmate & Crescendo.
Thursday, July 21, 2011
Kokoh, kuat dan tangguh mungkin itu anggapan yang pantas disandang untuk mobil berjenis SUV keluaran Isuzu yang di label dengan nama D-Max. Namun apa jadinya bila kendaraan doublecabin tersebut di modifikasi gaya anak muda dengan tampilan “gaul” berkhiblatkan modifikasi Mini Truckin di negeri Paman Sam, Amerika.

Yah … salah satunya seperti di atas ini, walau telah diberikan sentuhan modifikasi yang sedikit lari dari konsepnya sebagai mobil powerfull bertenaga dan mungkin akrab dengan track medan berat bertanah tapi tetap mempertahankan wujud aslinya sebagai kendaraan yang tangguh. Garapan Yunanda Wirawan selaku pemilik D-Max lansiran 2010 ini memang tak mengambil jalan kasar alias extreme, namun konsep Mini Truckin yang dipakainya cukup membuat tampang sangar D-Max menjadi sedikit lembut dan terlihat elegan.

Keseluruhan eksteriornya dibangun dengan mempertahankan tampilannya aslinya, konsep Mini Trucking diperlihatkan dengan memasangkan apparel bodikit, bumper depan/belakang dan juga grill custom yang langsung mendongkrak tampilannya.
Selain itu, Nanda sapaan akrab pria berusia 20 tahun ini juga tak memberikan berbagai macam corak atau paduan warna lain melainkan tetap mempertahankan warna silver bawaan asli mobilnya.
Sektor pengerjaan tersulit berada dikaki-kaki seperti pengarapan ulang arm depan dan aplikasi air suspensinya. “Cukup memakan waktu terlama dalam proses modifikasinya, karena untuk menyematkan air susnya perdaun di bagian belakang harus dilepas, sedangkan arm depan juga ditanggalkan dan diganti dengan arm custom garapan Auto 66,” ucap Nanda.
Dampak ubahan kaki-kaki ini secara otomatis juga memberikan nuansa baru, terlebih ketika ia memasangkan Velg berlapis kilai chrome dengan diameter 22”-9,5 keluaran Gazario yang dipadukan dengan ban tipis dari Accelera berukuran 255/30-22.

Setelah puas membahas tampilan luar dan juga kaki-kaki, giliran menjurus kebagian dalam alias doublecabin D-Max ini.
Dalaman interio masih cukup mengusung standarisasi yang tinggi, hanya saja kedua jok depan dan belakang telah dibungkus ulang dengan menggunakan cover MBtech, sedangkan untuk memberikan kenyamanan, Nanda juga melapisi ulang bagian kacanya dengan menggunakan V-Kool 40%.
Walau tak memberikan banyak ubahan pada interior, namun disektor audio mobil ini juga unggul dengan konsep street car audio on the streetnya. Sektor extreme terletak pada bagasi pick up belakangnya telah disulap menjadi sasana instalasi audio. Di mulai dari bagian dalam dulu dengan jantung pengontrol audionya yang telah menggunakan head unit keluaran Kenwood dipadukan dengan processor Viva dan juga speaker depan dan belakang lalu center dari Soundstream.

Masuk kebagian belakang, tepatnya di ruangan bagasi yang berbentuk pic up dimanfaatkan untuk menyuplai sarang instalasi audio lainya seperti, 1 subwoofer Agako, dan 4 unit subwoofer Strike. Begitu juga dengan power amplifiernya yang sama-sama menggunakan produk keluaran Strike dan Soundstream, lalu ditambah dengan capbank Mass Engineering sebanyak 3 unit yang semuanya terangkai dengan kabel speaker Monster.Agar terlihat rapih, nanda juga membuatkan boks berbahan fiber custom serta tambahan akrilik juga monitor M-tech sebanyak 2 unit beserta LCD Panasonic. Keseluruhan pengerjaanya ia serahkan ke workshop Auto Concept, di Jl.Parangtritis – Yogyakarta.

Nah, dengan begini tampang sangar D-Max juga nga kalah gaul dengan kendaraan modifikasi lainya … selain asik diajak nongkrong tentung juga bisa diajak untuk meramaikan tongkrongan dengan berajib-ajib ria melalui instalais Audionnya.
Teks/foto : *stanly
Data&Fakta :
Eksterior : bodikit – custom, bemeper – custom, headlamp – custom, spoiler – custom, side body moulding – custom, ducktail – custom. Interior : jok/doortrim – cover MBtech. Mesin : Tubo Timer – Pivot, Intercooler – ARC. Kaki-kaki : velg – Gazario R22-9,5, Suspensi – Air Suspension Universal, arm – custom, shock – Kayaba Panther. Audio: headunit – Kenwood, Processor – Viva, X-over – Soundstream, speaker depan/belakang/center – Soundstream, subwoofer – 1 Agako, 4 Strike, PowerAmplifier – Strike 4, sounstream 1, Capbank – Mass Engineering 3.
Workshop : Auto Concept – Jogja, Auto 66 – jogja, Shift engineering – Jogja.
Yah … salah satunya seperti di atas ini, walau telah diberikan sentuhan modifikasi yang sedikit lari dari konsepnya sebagai mobil powerfull bertenaga dan mungkin akrab dengan track medan berat bertanah tapi tetap mempertahankan wujud aslinya sebagai kendaraan yang tangguh. Garapan Yunanda Wirawan selaku pemilik D-Max lansiran 2010 ini memang tak mengambil jalan kasar alias extreme, namun konsep Mini Truckin yang dipakainya cukup membuat tampang sangar D-Max menjadi sedikit lembut dan terlihat elegan.
Keseluruhan eksteriornya dibangun dengan mempertahankan tampilannya aslinya, konsep Mini Trucking diperlihatkan dengan memasangkan apparel bodikit, bumper depan/belakang dan juga grill custom yang langsung mendongkrak tampilannya.
Sektor pengerjaan tersulit berada dikaki-kaki seperti pengarapan ulang arm depan dan aplikasi air suspensinya. “Cukup memakan waktu terlama dalam proses modifikasinya, karena untuk menyematkan air susnya perdaun di bagian belakang harus dilepas, sedangkan arm depan juga ditanggalkan dan diganti dengan arm custom garapan Auto 66,” ucap Nanda.
Dampak ubahan kaki-kaki ini secara otomatis juga memberikan nuansa baru, terlebih ketika ia memasangkan Velg berlapis kilai chrome dengan diameter 22”-9,5 keluaran Gazario yang dipadukan dengan ban tipis dari Accelera berukuran 255/30-22.
Setelah puas membahas tampilan luar dan juga kaki-kaki, giliran menjurus kebagian dalam alias doublecabin D-Max ini.
Walau tak memberikan banyak ubahan pada interior, namun disektor audio mobil ini juga unggul dengan konsep street car audio on the streetnya. Sektor extreme terletak pada bagasi pick up belakangnya telah disulap menjadi sasana instalasi audio. Di mulai dari bagian dalam dulu dengan jantung pengontrol audionya yang telah menggunakan head unit keluaran Kenwood dipadukan dengan processor Viva dan juga speaker depan dan belakang lalu center dari Soundstream.
Masuk kebagian belakang, tepatnya di ruangan bagasi yang berbentuk pic up dimanfaatkan untuk menyuplai sarang instalasi audio lainya seperti, 1 subwoofer Agako, dan 4 unit subwoofer Strike. Begitu juga dengan power amplifiernya yang sama-sama menggunakan produk keluaran Strike dan Soundstream, lalu ditambah dengan capbank Mass Engineering sebanyak 3 unit yang semuanya terangkai dengan kabel speaker Monster.Agar terlihat rapih, nanda juga membuatkan boks berbahan fiber custom serta tambahan akrilik juga monitor M-tech sebanyak 2 unit beserta LCD Panasonic. Keseluruhan pengerjaanya ia serahkan ke workshop Auto Concept, di Jl.Parangtritis – Yogyakarta.
Nah, dengan begini tampang sangar D-Max juga nga kalah gaul dengan kendaraan modifikasi lainya … selain asik diajak nongkrong tentung juga bisa diajak untuk meramaikan tongkrongan dengan berajib-ajib ria melalui instalais Audionnya.
Teks/foto : *stanly
Data&Fakta :
Eksterior : bodikit – custom, bemeper – custom, headlamp – custom, spoiler – custom, side body moulding – custom, ducktail – custom. Interior : jok/doortrim – cover MBtech. Mesin : Tubo Timer – Pivot, Intercooler – ARC. Kaki-kaki : velg – Gazario R22-9,5, Suspensi – Air Suspension Universal, arm – custom, shock – Kayaba Panther. Audio: headunit – Kenwood, Processor – Viva, X-over – Soundstream, speaker depan/belakang/center – Soundstream, subwoofer – 1 Agako, 4 Strike, PowerAmplifier – Strike 4, sounstream 1, Capbank – Mass Engineering 3.
Workshop : Auto Concept – Jogja, Auto 66 – jogja, Shift engineering – Jogja.
Tags Under: ARTIKEL MODIFIKASI, ISUZU, MODIFIKASI D-MAX, MODIFIKASI ISUZU, MINI TRUCKIN, STREET PARTY,YOGYAKARTA, CMAAC
Sunday, July 17, 2011
TEIN Civic - Honda Civic Modifikasi
Kala itu di negara Amerika Serikat pada saat balap WC Honda Challenge H1 class, terdapat Honda Civic Hatchback dari tim TEIN USA dimodifikasi agar bisa bersaing di balap time attack maupun balap sirkuit. Mulai dari eksterior yang dimodifikasi dengan penambahan spoiler, interior yang dibuat kosong demi pengurangan bobot, hingga mesin dilakukan swap memakai B-Series yang bertenaga sangar. Tapi Boyan tidak memiliki Civic Hatchback yang berada di Amerika Serikat, dia hanya penggemar mobil racing style.
Pada gelaran Clas Mild Accelera Auto Contest (CMAAC) Surabaya 2011 di SSCC Supermall pada 23-24 April lalu, bertengger Honda Civic VTi-S yang bermodifikasi racing style kepunyaan Boy (sapaan akrab Boyan). Dia merombak total semua sektor Civic VTi-S nya supaya mirip dengan Civic Hatchback seperti mobil balap tim TEIN USA tersebut. Tidak hanya eksterior saja, tetapi interior juga kena imbasnya berikut juga mesin bawaannya.
Bermula dari eksterior, Boy menyematkan bodi kit custom. Mulai dari penambahan lips pada bemper depan dan belakang yang berbentuk agak melancip khas mobil balap, kemudian ditambahkan side skirt custom, hingga wing custom yang melengkapi bagian belakang Civic VTi-S ini. Kemudian bodi dilaburi dengan cat berkelir putih dipadukan dengan stiker custom bercorak tim TEIN USA.
Sebagai pendukung racing style pada eksterior, Boy harus menggeser velg standar dengan velg Sparco berdiameter 19 inchi yang dikelilingi ban Continental Sportcontact 2. Susupensi Tein yang dipasangkan di Civic VTi-S nya yang membuat mobil semakin ceper.
Boy terus mengejar racing style di sektor interior pada Civic VTi-S nya. Jok standar depan dan belakang berikut doortrim harus dipensiunkan. Kemudian barang berlabel Sparco bertebaran mulai dari sebuah jok, stir, dan pedal set. Lalu untuk seat belt dipakainya yang berlabel TAKATA. Untuk dashboard dan plafon Civic VTi-S nya dilapiskan kulit berwarna hitam. Head unit dipensiunkan, gantinya adalah Apexi untuk memanipulasi ECU standar dan juga mendongkran tampilan. Di bagian speedometer terdapat tachometer tambahan dari Autometer Sport Comp II. Kemudian sekeliling interior terdapat roll bar berwarna hijau yang makin mendukung tema racing style pada Civic VTi-S ini.
Intip ke bagian ruang mesin, Boy hanya melakukan ubahan sedikit tetapi bermakna banyak pada Civic VTi-S nya. Mulai dari cover klep di-cat berwarna putih merah khas lambang negara matahari. Untuk mendongkrak tenaga, Boy menggantikan exhaust system mulai dari header custom hingga berakhir di muffler HKS. Agar mesin bisa bernafas lega, Boy menggantikan filter udara standar dengan Simota. Hasilnya, mobil bisa lebih ngacir.
Dengan perubahan semua itu, Boyan pede mengikutsertakan Honda Civic VTi-S racing style nya untuk mengikuti gelaran Clas Mild Accelera Auto Contest Surabaya 2011 lalu dan terbukti banyak menyita perhatian orang.
Data Modifikasi :
Eksterior : Lips Custom, Wing Custom. Interior : Jok Sparco, Stir Sparco, Pedal Set Sparco, Seat Belt TAKATA, Doortrim Custom, Rollbar Custom, Tachometer Autometer Sport Comp II. Kaki-kaki : Velg Sparco 19 Inchi, Ban Continental Sportcontact 2, Suspensi TEIN, Strut Bar Cusco. Mesin : Custom Exhaust System, Muffler HKS, Air Filter Simota, Oil Catch Tank Cusco.
sumber -----------------> klik disini
Eksterior : Lips Custom, Wing Custom. Interior : Jok Sparco, Stir Sparco, Pedal Set Sparco, Seat Belt TAKATA, Doortrim Custom, Rollbar Custom, Tachometer Autometer Sport Comp II. Kaki-kaki : Velg Sparco 19 Inchi, Ban Continental Sportcontact 2, Suspensi TEIN, Strut Bar Cusco. Mesin : Custom Exhaust System, Muffler HKS, Air Filter Simota, Oil Catch Tank Cusco.
sumber -----------------> klik disini
Tags Under: ARTIKEL MODIFIKASI, MODIFIKASI CIVIC, MODIFIKASI HONDA CIVIC, MODIFIKASI HONDA CIVIC VTIS, HONDA CIVIC, HONDA CIVIC VTIS, CIVIC RACING STYLE, CIVIC VTIS, CIVIC ES, GAYA RACING, CIVIC RACING, MOBIL BALAP, GAYA BALAP
4 orang menyukai ini. |
Friday, May 6, 2011
Modifikasi sangar, seram dan juga ekstrim memang kerap kali kita temui di berbagai ajang kontes modifikasi, namun bagaimana dengan konsep modifikasi imut alias lucu sehingga membuat banyak orang tertarik ketika melihatnya …. ?
Hal ini dibuktikan dengan tampilan VW Beetle miliki Evan Sumanto yang turut memboyong kendaraan kesayangannya ini mejeng dalam gelaran Clas Mild Accelera Auto Conteset Surabaya lalu. Konsepnya sebenarnya memang cukup simple diterapkan, mengingat tubuh bulat dan mungil yang menjadi ciri Beetle ini memang cukup asik bila dihiasi dengan warna-warna cerah atau sedikit ngejreng.
Dikarenakan hal itu pula lah, maka Evan memiliki inisiatif untuk mengelirnya dengan warna “pink” yang menurutnya akan dapat memberikan efek unik, lucu dan imut …. Alhasil, memang apa yang dibuatnya itu memberikan dampak yang luar biasa, coba saja perhatikan langsung tampilan Beetle milik Evan, pasti anda kepincut juga kan ….
Baluran warna pink yang cukup soft beserta tambahan full cutting bermotifkan “Hello Kitty” di beberapa bagian tubuhnya menjadikan tampilan mobil ini tambah imut, tak heran bila banyak pengunjung dan juga peserta lainya dalam ajang Clas Mild Accelera Auto Contest kemarin berebutan untuk mengambil foto bahkan banyak pula yang melakukan foto bareng dengan si imut Beetle ini.
Pengerjaan awal tak lain tak bukan berada disektor bodinya, warna hijau yang merupakan kelir asli dari Beetle dilengserkan dan diganti dengan Pink. Headlamp depan disematkan dengan tampilan eagle eyes yang dipercaya dapat meningkatkan efek eleganya, selain itu fog lamp dan juga lampu stopnya telah di custom ulang oleh Autovision. “Memang tak bisa terlalu banyak yang diubah, mengingat barang-barang variasi dari Beetle sendiri sangat sulit nyarinya,” ucap Evan … maka dari itu tahap akhir dari pengerjaan bodi di selesaikan dengan memberikan cutting animasi hello kitty yang sudah terbukti banyak di gilai wanita. Disektor kaki-kaki, Evan menyematkan pelek 18” keluaran BBS yang dibalut rapih dengan ban keluaran Accelera dan terkolaborasikan suspensi Tien yang dikerjakan Auto Concept. Jadi selain imut, mobil ini masih memiliki sisi elegan yang sesuai dengan konsep Evan, Elegan Hello Kitty.
Selesai dengan tampangnya, ternyata Evan juga turut merombak tampilan interiornya. Guna mempertahankan konsep hello kitty, maka mulai dari bagian jok dan door trim semuanya turut dipasangkan variasi hello kity dari DAD. Tak hanya itu, dasbord, panel spidometer, indikator, shift knob, pedal set dan juga tirai mengambil dari variasi DAD, untuk sisi kemudinya lagi-lagi hello kitty yang dipejengkan oleh Evan. Kesemua urusan interior ia serahkan ke rumah modifikasi Auto Concept Surabaya.
Beralih ke sisi entertainment, sudah sewajarnya bagi anak muda yang memiliki hobi party-party ini memasangkan perangkat audio dan car entertainment lainya sebagai sarana hiburan dikala nongkrong ataupun sekadar teman berkendara. Oleh karena itu, head unit Casha K 130 beserta speaker depan, belakang sampai dengan tengah yang menggunakan produk keluaran Domination di sarangkan kedalam kabinya ini. Bahkan peredam, kabel speaker dan juga booksnya turut memboyong Domination. Di sisi kabin belakangnya terdapat capasitor bank DAD, beserta 10 monitor 5” keluaran Sheleton dan 4 unit Sheleton dibagain headrest depan.
Gambar Selengkapnya ---> Klik Disini
Thursday, May 5, 2011
Liputan Modifikasi : Stock But Maximal - Mitsubishi Lancer Evolution X
0 comments Posted by crue at 10:23 PMMobil pabrikan dari Jepang yang bermerek Mitsubishi sudah terkenal dengan performa mesinnya lewat varian Lancer Evolution. Terbukti dari kiprahnya di dunia balap. Banyak owner dari Mitsubishi Lancer Evolution di Indonesia maupun di luar negeri yang memodifikasi mesinnya, karena banyaknya parts aftermarket untuk meningkatkan tenaga mesin yang dijual di pasaran dengan berbagai merek. Hal ini merupakan keunggulan dari mobil ini.
Tampilan standar dari Mitsubishi Lancer Evolution dari I sampai X bisa dibilang wahh. Bodi yang sporty dan futuristik didukung oleh tenaga mesin yang cukup besar. Apalagi dengan sedikit sentuhan modifikasi seperti Mitsubishi Lancer Evolution X berwarna putih milik Andry Widjaya yang berbuah manis. Walaupun terlihat standar, tetapi larinya tidak standar.
Pada bagian exterior, Andre hanya mengganti roda standar Mitsubishi Evolution X nya yaitu mengganti velg standarnya dengan Advan Racing RS berkelir gold. Selain mendongkrak penampilan, velg made in Japan ini terkenal lebih enteng dan kuat. Kemudian velg tersebut dilapisi dengan ban Falken FK452. Sedangkan bagian rem standarnya yaitu Brembo tidak diganti karena dari pabrikannya sudah mumpuni. Selebihnya bagian bodi dibiarkan standar.
Bagian interior, Andry rupanya juga sudah cukup nyaman dengan interior Mitsubishi Lancer Evolution X. Dari jok dan stir dibiarkan apa adanya. Hanya segelintir barang seperti indikator tambahan dari Blitz di konsol tengah untuk memonitor voltase listrik, temperature oli, dan boost meter. Shift knob standar digantikan dari merek Carbing. Di Dashboard kanan terdapat HKS EVC yang berfungsi untuk mengatur boost pressure. Untuk menghasilkan suara yang lebih bagus, Andry cukup mengganti head unit dari Alpine untuk menemaninya pada saat mengendarakan mobilnya.
Tenaga mesin standar yang dihasilkan Mitsubishi Lancer Evolution X adalah 280HP. Tetapi Andry hanya memaksimalkan apa yang ada. Cukup dengan mengganti intake pipe dan filter kepunyaan ARC agar udara yang dihirup oleh mesin 4B11T bisa lebih lega. Untuk exhaust system, Andry hanya mengganti custom center pipe dan HKS Legamax Premium. “Lumayan bisa naik 4-5HP bos.” ucap Andre, sapaan akrab Andry Widjaya. Untuk menyempurnakan pembakaran pada mesin, Andry cukup melakukan reflash ECU, dan menghasilkan tenaga lebih responsif. Dengan semua ubahan ini, tenaga yang dihasilkan mencapai : “Wah gatau bos, soalnya belum pernah dyno. Mungkin sekitar 15%.” ujar owner dari bengkel RD-GR Performance.
Untuk performa di balap legal, Andry mengaku belum pernah mencoba Mitsubishi Lancer Evolution X nya. “Mau ganti turbo dulu bos, nunggu sebulan dulu hehe. Pengen saya coba di time attack.” bisik Andry. Oke bos, kami tunggu di Time Attack selanjutnya yah.
Gambar lengkapnya ---> Klik Disini
Monday, May 2, 2011
Bagi siswa SMA yang bernama Christo Anthony ini, memodifikasi kendaraan harian kesayangannya sudah cukup wajib hukumnya. Selain untuk menambah tampilanya tentu juga semakin betah memakainya. Oleh karena itu, ia pun tak segan-segan membongkar dan merombak Suzuki Swift ST lansiran 2009 miliknya tersebut.
Berawal dari trend modifikasi harian ala racing yang lalu ia kembangkan dengan perpeduan konsep hella flush, itu lhoo trend modifikasi mobil ceper dengan menggunakan pelek berlebihan alias keluar dan lebih menonjol dari bodi kendaraan. Berangkat dari sinilah akhirnya Christo mengagahi Swift standarnya itu.
Mulai dari tampilannya memang tak banyak yang berubah, hanya saja beberapa pemanis untuk menambahkan kesan sporty ditambahkan pada kendaraan ini. Memodifikasi sektor eksterior tanpa menjamah bodinya dengan menambahkan instalasi bodikit serasa kurang enak dilihat, terlebih bila mengidamkan tampang sporty, oleh karena itu tubuh Swift berkelir putih itu pun segera disematkan bodikit OEM yang disejajarkan dengan pemasangan lips spoiler juga diffuser, yang unik kedua spionya di tutupi stiker trendy yang mencolok.
Tak hanya selesai dengan itu saja, memperkental tampilan dengan menggunaan roofrack juga cukup mendominasi saat ini. Karena itu, seperangkat roof rack Forac beserta atribut lainya. Tak hanya itu, mendongkrak tampang sporty juga turut ditunjukan dengan pemasangan carbon hood HKS dan pemasangan pelek hellaflush berdimensi 16”. Keseluruhan eksteriornya di garap di workshop Garage Custom Shop, Surabaya.
Lengkap dengan tampang depannya, giliran merambah ke bagian dalamnya sob … kabin mungil Swift rupanya telah dijamah dengan cukup serius, alias sudah diubah total bergaya racing dengan hanya menggunakan sepasang kursi Recaro Top Fuel beserta safety belt Takata. Sedangkan kursi penumpang hilang tersingkirkan yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan custom roll cage yang mengiasi sekujur kabinnya.
Selain kemudi MOMO Drifting dan juga pedal set MOMO Carbon, ornament lain juga turut banyak menghiasi bagian dashboarnya seperti, inidikator water temp, oil temp dan juga volt meter. Serentak lengkaplah suansa racing di dalam kabin Swift ini.
Tapi ternyata tak hanya sampai disitu aja usaha Christo dalam mengarap kendaraanya ini, sektor mesin pun turut mendapat giliran juga untuk melengkapi konsep racingnya. Mulai dari header 4-1, custom muffler, Simota open filter, Billion air funnel, Unichip type C sampai dengan G-Reedy oil catch tank juga turut menjejali sisi mesin di balik engine hoodnya ini.
Gambar Lengkap, Data Spek ---> Klik Disini
Labels: Accelera auto Contest, Artikel Modifikasi, Billion, Forac, G-Reedy, Hellaflush, MOMO, Simota, suzuki swift, swift surabaya, Takata, Unichip, V-kool
Sunday, April 17, 2011
Liputan Modifikasi : From Zero To Hero – Suzuki Aerio SQ Bronson Audio
0 comments Posted by crue at 7:43 PM"Terlepas dari pemilihan komponen instalasi berkualitas, salah satu faktor lainya yang juga cukup signifikan untuk mendapatkan hasil kualitas suara yang mempuni adalah pemilihan mobil yang tepat,...."
Di garap dari “0” alias benar-benar dari awal yang memang dipersiapkan khusus untuk bermain dikontes modifikaasi audio Sound Quality atau SQ , maka Suzuki Aerio lansiran 2003 hasil garapan Bronson Audio ini pun telah membuktikan kualitas dan performa terbaiknya di kelas 30 juta dalam kontes Audio Mobil Sound Contest beberapa waktu lalu di Jakarta. Selain itu, ia pun masih masuk dalam nominasi harapan 1 di beberapa kelas lainya.
Tak banyak memang yang menganggap dan menggunakan Aerio dalam kontes-kotes modifikasi, apalagi dalam kontes audio. Bila Anda masih mengingat Aerio milik BosMobil, yang juga sempat bertarung di beberapa kelas kontes Audio, maka tak salah bila saat ini telah ada dua jagoan Aerio yang memiliki kualitas suara mempuni layaknya Aerio milik Teddy dari Bronson Audio dan juga tentunya Aerio dari BosMobil.
Ada satu kelebihan yang dimiilliki Aerio menurut Teddy selaku pemiliki mobil ber plat B 999 KC ini, “untuk Aerio mungkin salah satu unggulan dan kelebihanya ada di dashboardnya. Dengan desain datarnya yang memang merupakan bawaan Aerio diangap cukup bagus dalam sisi staging imagingnya,” ucapnya. Tapi tak hanya itu saja, karena disisi lain ternyata juga ada dampak minusnya, seperti halnya pada posisi joknya, “karena bila posisi standar joknya tidak dirubah maka terasa sulit untuk mendapatkan deepnya,” lanjut Teddy.
Tapi hal itu semua bukan menjadi alasan utama Teddy memilih Suzuki Aerio untuk dijadikan mobil pacuan kontes suara alias sound contest, melainkan memang hanya ada mobil ini saja, jadi mau tak mau Aerio laah yang dipakainya … hehehe. “Sebenarnya memang sudah lama mau banngun mobil untuk ikutan kontes, tapi baru kesampean sekarang. Aerio ini selain jadi mobil kontes juga jadi mobil anter jemput anak sekolah,” candanya.
Pengarapan tentu saja berawal dari sektor kabinya untuk menempatkan beragam instalasi audio yang dibutuhkan guna manunjang konsep awalnya tadi. Dimulai dengan menyingkirkan perangkat headunit standar bawaan Aerio dengan menggunakan piranti keluaran Denon DCT R1 yang dipercaya dapat mengontrol olah vocalnya dari sistem 3 way-nya yang menggunakan piranti Midrange dari Eton MG3 Magnesium lalu dikolaborasikan lagi dengan perangkat tweeter keluaran TEC dan juga midbass kepunyaan SB Acoustics 6”.
Itu baru piranti tengahnya saja, pindah ke kabin bagasi belakang yang telah di sulap menjadi sarang audio juga terdapat beberapa instalasi audio lainya. Mulai dari subwoffer sebagai penghasil suara rendahnya yang menggunakan SB Acoustics berdimensi 10”, Processor Cubig PX1 sampai dengan 2 buah power Cubig 4.80 dan 1.700 semuanya terintegrasi dengan baik terliebih ketika telah di seting ulang semuanya, hasil dentuman suaranya begitu jernih dan licin pokoknya ciamik laah ….
Penasarankan denganpenilaian suaranya, sebelum kita bahas mengenai olah vocal dari instalasi yang ditanam pada mobil ini. Kita simak tampilan luarnya terlebih dahulu, guna memberikan suatu nuansa yang baru, tubuh hitam klimis Aerio Teddy ini juga di sematkan dengan pelek SSR yang terbalut rapi dengan bah keluaran Yokohama. Dengan demikian, sedikit tampilan luarnya sedikit berbeda, dan tak mengesankan mobil rumahan lagi bukan … ?
Selesai dengan itu semua, giliran masuk kesektor pengetesan suara yang sering dilakukan tim BosMobil pada kendaraan bertaraf SQ. Mau tau gimana pembahasan ringannya, simak bareng-bareng aja yaah …
Untuk uji dengar, data modifikasi, dan gambar lengkapnya ---> Klik Disini
Wednesday, April 13, 2011
Nissan March yang diidentikan sebagai kendaraan citycar mungil dan terkenal dengan keiritan konsumsi bahan bakarnya, memang telah cukup mendapatkan sorotan utama dari berbagai kalangan masyarakat juga pecinta otomotif di tanah air. Terlebih saat ini telah beredar pula parts modifikasi resminya yang dibranding oleh Nismo.
Dengan beragam fitur standar yang dirasa cukup dan juga model yang terbilang unik dan cukup irit untuk digunakan dalam perkotaan, maka banyak pula orang yang mengincarnya. Salah seorang tersebut adalah Sonny atau jauh lebih akrab disapa dengan panggilan Mamang. Awal pertimbangan ia memboyong Nissan March bertipe XS Matic ini merupakan sebagai hadiah ulang tahun istri sekaligus kado Ultah perkawinannya yang ke-12. Namun setelah merasa sedikit kurang sreg dengan tampang standarnya, ia pun memilih untuk mendongkrak tampilannya, terlebih ketika telah keluar piranti bodikit dari Nissmo untuk March.
“Awalnya memang sebagai kado untuk istri dan juga perkawinan kami, tapi karena istri juga suka dengan modifikasi maka sekalian aja deeh di rombak dengan konsep yang elegan dan juga sporti,” ucap Mamang yang juga merupakan salah seorang pengurus di klub MARCH-i. Simple namun menonjok apa yang dilakukan Mamang untuk memberikan sentuhan sporti pada March milik istrinya yang memiliki nama panjang, Yusi Idiawati. Tampang sporti cukup diwakilkan dengan pemasangan bodikit Nismo, yang kemudian juga ditunjang dengan velg Rep Enkei berdiameter 17”. Selesai dengan itu, ia pun menambahkan fitur lain seperti, fog lamp dan juga sonar parking sensor sebagai keamanan sang istri tercinta saat berkendaraa. Sentuhan akhir di sektor eksterior adalah dengan menempelkan striping ala Nismo di sekujur kiri-kanan tubuh munggil March dan juga lapisan carbon pada hoodnya.
Tak cukup dengan itu, merasa perlu adanya piranti hiburan bertaraf eksklusif untuk sang istri, maka Mamang yang juga anggota dari Hofos (Honda Freed Owner Indonesia) ini membekali interior March dengan segudang fitur kenyamanan. Mulai dengan suasana kabin yang telah di balut ulang dengan lapisan MB-Tech Camaro berwarna orange, autolock module, GPS Supersprings dan juga piranti Audio bertaraf SQ.
Khusus untuk Audio, ayah dari 2 orang anak ini rela mengeluarkan ongkos yang sedikit lebih besar agar tampang elegan yang diinginkannya benar-benar dapat terpenuhi melalui tampilan audio dan video di dalam kabin. Headunit standar telah diganti dengan kepunyaan Pioneer 2din AVH-P6850DVD lengkap dengan 6 disc DVD changer dan juga TV Tuner GEX-P5750 TVP, output suara dihasilkan dari pemasangan speaker depan yang menggunakan TS-D1720C, speaker belakang TS-G1642R, dan juga subwoofer TS-W308D2.
“Sekitar 30 juta dikeluarkan untuk merubah tampang si March ini, dan hasilnya pun cukup mengembirakan. Karena Istri pun juga cukup senang dengan ubahan March yang jauh lebih trendy dari tampang awalnya,” ujarnya.
Total pengerjaan memang tak tergolong lama, dari resmi ia memboyong March pada bulan Februari lalu, sampai dengan tampangnya saat ini tepatnya di awal April terhitung telah memakan waktu 2 bulan. Sedangkan ketika ditanya mengenai sektor mesinya, Mamang hanya menjelaskan bahwa performa standar dari March rasanya sudah terlalu cukup, lebih lagi yang menggunakanya adalah istrinya.
“Yang jelas, semenjak di modifikasi seperti ini istri jadi seperti wanita gaul deeh, banyak yang negeliatin kalau sedang berjalan menggunakan March. Akibat tampilan eksterior dan interior juga audionnya, jiwa mudanya keluar walaupun dia seorang ibu-ibu,” canda Mamang megomentari istri tercintanya.
Gambar lengkap dan data modifikasinya ---> Klik Disini
Labels: Artikel Modifikasi, hofos, march, March-i, Nismo, nissan, nissan march
Thursday, April 7, 2011
Liputan Modifikasi : Maksimalkan Piranti Bolt-On – Mazda RX-8 Rosella Autodesign
0 comments Posted by crue at 3:28 AMAplikasi turbocharger pada mesin kendaraan yang mengusung sistem rotary pada umumnya memang mangalami tingkat kesulitan tersendiri, berbeda dengan penerapanya pada kendaraan lainya yang bisa dibilang jauh lebih untuk diterapkan.
Layaknya Mazda RX-8 lansiran 2005 ini, yang merupakan hasil garapan workshop modifikasi Rosella Autodesign di kawasan Pluit – Jakarta Utara. Akibat kalap akan dunia modifikasi mesin dan mengidamkan suatu performa handal dari power mobilnya ini, akhirnya sang pemiliknya pun pasrah meyerahkan RX-8 kesayanganya itu untuk di oprek sesuai dengan keinginanya, yaitu membenamkan turbocharger.
Seakan menjadi suatu tantangan, Rosella pun menjawab dengan mengarap kendaraan ini sesuai keinginan pemilik. Sentuhan tangan handal Victor selaku dedengkot dari Rosella serasa tak ragu menyentuh sektor dapur pacu mobil berkelir hitam klimis ini. Sebagian besar instalasi pendongkrak tenaga mesin disematkan dalam dapur pacunya yang menggunakan produk bolt-on keluaran GReddy, pasti rata-rata pengila kecepatan sudah pasti tau nama produk ini kan … Sedangkan tampilan eksteriornya telah menggunakan jubah Mazda Speed yang kian mendongkrak tampilannya.
Tanpa adanya masalah yang berarti, piranti turbocharger GReddy Turbo kit bolt-on yang memang diinginkan pemilik pun segera di tempelkan pada mesin rotary Mazda RX-8 ini, yang lalu kemudian ditunjang lagi dengan GReddy blow off type RZ. Tak hanya itu guna mengejar kesempurnaan dalam performanya, beberapa apparel lainnya yang masih menggunakan produk GReddy pun tak lupa disematkan oleh workshop Rosella ini.
Mengimbangi porsi besar pada mesin rotarynya, maka tak salah bila instalasi GReddy ground wire turut dibenamkan guna memberikan suplai aliran arus listrik yang stabil. Tak hanya itu saja, kelebihan adanya piranti ini juga dinilai cukup baik karena dapat memaksimalkan sistem grounding dengan adanya plat gold platednya. Sedangkan urusan suplai bahan bakar telah dimaksimalisasikan lagi dengan pemasangan fuel pump keluaran Wallbro. Berikutnya adalah di sektor gas buang, guna memberikan kesempurnaan mesinya, maka tak salah bila Victor menempelkan knalpot bolt-on GReddy Spectrum Elite yang disambungkan dengan exhaust sistemnya. Alhasil … raungan mesin pun terasa gahar …
Rasanya tak sah bila semua komponen yang telah terpasang tadi tidak di maksimalisasikan kembali alias di seting ulang. Karena itu Victor pun segera menyeting kembali dengan menggunakan peralatan khusus dari GReddy. Hasilnya pun terbilang cukup sempurna, dan pastinya mendongrak jauh dari power standarnya … hmmm hal itu sudah cukup terbayangkan bukan, dengan segala piranti yang disematkan dan juga tangan handal yang mengerjakanya …
Data Modifikasi, dan Gambar Lengkapnya ---> Klik Disini
Tuesday, April 5, 2011
Liputan Modifikasi : Simple But Killer - Swift GT Simple Qommunity
0 comments Posted by crue at 3:12 AMKata simple mengandung arti kesederhanaan. Dalam hal modifikasi mobil, sederhana mempunyai arti tidak mau menonjolkan apa yang di modifi atau bertampang biasa saja. Tetapi sedikit berbeda dengan Suzuki Swift GT yang dimiliki oleh Reyner Christian Gunawan. Memang benar sekilas penampilan mobilnya sederhana, tetapi akan berbeda jika sedang berjalan apalagi ngebut.
Suzuki Swift GT yang dimilikinya adalah versi awal yang masih CBU dan dibelinya pada waktu dia masih duduk di bangku kelas 2 SMU. Setelah 2 bulan kemudian barulah dia lakukan modifikasi untuk menyalurkan hobinya yang doyan ngebut. “Gue suka banget ama gaya racing look, makanya awalnya gue modif kecil-kecilan aja seperti ganti velg dan aksesoris sederhana. Tapi karena gue suka ngebut, jadi gue modif juga mesinnya. Soalnya ketuleran abang gua hehe.” ujar Reyner. Tetep aja bos keliatan simpel hehe.
Berawal dari modifikasi sektor eksterior yang racing look tetapi simpel. Beberapa bagian bodi pada Suzuki Swift GT nya diganti dengan bahan carbon seperti kap mesin carbon, wing carbon, custom add on carbon, dan custom diffuser carbon. Semua ini mendukung dengan gaya modifikasi yang diterapkan oleh Reyner. Sedangkan bagian lampu juga diganti yaitu JDM Black Chrome Head Lamp, dan Swift Sport OEM Tail Lamp yang notabene berbeda dengan versi standarnya. Untuk bagian bodi samping ditambahkan stiker OEM untuk menambahkan kesan racing look.
Berlanjut ke sektor kaki-kaki, Reyner menggantikan velg standar Suzuki Swift GTnya dengan Volk Rays CE-28 16". Mengingat Reyner doyan ngebut, maka velgnya dibalutkan dengan ban Advan Neova AD07 agar selalu bercumbu dengan aspal. Bagian suspensi digantikan dengan coilover HKS Hypermax, selain mendongkrak penampilan, juga membuat lebih pede bermanuver. Sektor rem pun juga tidak luput dari sentuhan modifikasi, selain menambah kesan racing look juga demi keamanan. Maka rem standar harus pensiun, digantikan satu set dari Willwood yang terdiri dari caliper, discbrake, brake line, dan brake fluid.
“Pengereman kurang cukup kalau hanya ganti brake pad saja, makanya gue ganti pakein Big Brake Kit Willwood, tapi kampasnya gue ganti pake Endless CCRG yang dapat tahan sampai 800 derajat celcius.” ujar Nene, sapaan akrab Reyner. Lho, ada Nene, Kake ada juga bos? Hehe.. Sesuai dengan sapaan akrabnya, nomer polisi mobilnya juga Nene.
Sektor interior pun tidak luput dari sentuhan modifikasi. Aksesoris merk Suzuki Sport bertaburan di interior Suzuki Swift GT Reyner. Sedangkan di dashboard terdapat boost meter, oil temp, dan exhaust temp dari Defi. Stir dari Nardi, jok Bride, dan seat belt Takata terpasang rapih menggantikan standarnya. Sedangkan jok belakang dipensiunkan, gantinya adalah Roll Cage Seamless untuk faktor keamanan dan juga demi cinta.. ehh maksudnya demi mengkokohkan kesan racing look. Beberapa bagian interior juga digantikan carbon berwarna merah, tidak luput juga karpet dasar dilapisi dengan warna merah.
Pindah ke bagian mesin. Nah ini dia yang paling utama. Mesin Suzuki Swift GT kepunyaan Reyner dipasangkan turbo kit dari HKS yang terdiri dari turbo, manifold, intercooler, piping, sampai ke blow off. Karena sudah memakai turbo, tidak lupa dipasangkan extra injector agar tidak keabisan bensin saat turbo bekerja. Karena tenaga yang dihasilkan sudah dipastikan besar, maka kopling standar harus mengalah dan digantikan dengan Exedy Zc. Begitu pula pipa-pipa knalpot juga harus diganti yang lebih besar yang berefek menghasilkan suara yang berisik. Solusinya sebagai peredaman suara knalpot, dipasangkan muffler Kakimoto GT-Box 06&S. Tidak luput untuk memaksimalkan sistem pengapian, Dastek Unichip Type Q beserta Turbo Modul terpasang.
Efek dari perubahan bagian mesin dapat mendongkrak tenaga hingga 224,9 HP pada saat turbo bekerja di 0,8 bar. Sedangkan torsi mencapai angka 267 Nm. Lumayan besar untuk mesin 1500cc. “Sebenarnya awalnya mesinnya sudah gue modif tetapi Naturally Aspirated (N/A), tetapi susah bersaing dengan Honda Jazz dan Toyota Yaris kalau N/A, makanya gue pakein turbo. Lumayan lah walaupun ada turbo lag sedikit, tenaganya sudah ada dari RPM bawah. Enak banget untuk harian dan untuk ikut balap.” ujar Nene.
Karena semua perubahan mesin, Reyner pernah menurunkan mobil Suzuk Swift GT nya di ajang balap lurus alias Drag Race dan berhasil mencetak waktu 15,007 detik di lintasan 402m. “Tahun kemaren gue ikut, tapi kagak juara karena grogi pada saat start, maklum karena turun pertama kali. Kalau untuk time attack gue belum pernah ikut, palingan hanya Sunday Fun Race.” tambah Nene.
“Ya intinya gue puas banget dengan mobil gue. Pengennya sih tambahin modif lagi, tapi nanti dulu deh, mau fokus ke yang lain dulu hehe.” tutup Nene. Oke bos, kita tunggu modifikasi Suzuki Swift GT si bos selanjutnya ya.
Gambar lengkap, dan data modifikasinya ---> Klik Disini
Tuesday, March 29, 2011
Liputan Modifikasi : Built For SQ Competition - Honda City Sterindo
0 comments Posted by crue at 11:10 PMBila biasanya menjumpai modifikasi sedan bertemakan street recing atau elegan, kali ini modifikasi Honda City yang digarap oleh Sandy Wuntoro justru mengambil konsep kejernihan suara, atau beken disebut SQ. Sejak awal memang ia cukup mengandrungi dunia audio, bahkan dalam beberapa ajang kontes audio di Jakarta pun ia cukup memiliki nama besar.
Dari tampilan luarnya memang sedikit mengalami perubahan, salah satunya yang cukup mencolok terlihat dengan adanya pelek berdimensi besar yang sengaja dipasangnya untuk mendongkrak tampilan standarnya. Sisi lainya terbilang standar, maklum para pecinta audio terlebih SQ lover lebih mementingkan perangkat instalasi audionya ketimbang urusan aparel. Namun dibagian dalam ternyata ia juga turut mengantikan lapisan kulit joknya dengan warna yang lebih elegan.
Pasti penasarankan apa yang membuat kendaraan ini istimewa dalam intalasi audionya, coba kita bahas aja dalamnya dengan lebih detail.
Masuk kebagian kabin, bila melihat sepintas mungkin Anda akan merasa biasa namun bila diperhatikan secara seksama barulah Anda menyadari akan adanya perangkat audio tak lazim yang memang bukan berasal dari bawaan mobil ini. beberapa komponen high end audio mulai menempati singasana dashboard seperti head unit Pioneer ODR RSD 7 R II yang disandangkan dengan speaker 3 way untuk midbass, midreange dan juga twitter yang semuanya terangkai menggunakan keluaran Cello sebagai penghasil suaranya.
Tak sampai disitu saja usaha Sandy mengukuhkan instalasi audionya, masih ada beberapa perangkat lagi sebagai penunjangnya. Di bagasi belakang terdapat subwoofer SB Accustic yang tertata rapi dengan perangkat power Abyss Mini AA 4 chanel dan Abyss CT 2300 yang kemudian dikolaborasikan lagi dengan processor keluaran Pioneer ODR RSP 9 yang merupakan salah satu processor bertaraf hi-end untuk mengatur Time Alligment. Guna mendapatkan hasil vocal yang maksimal maka tak salah bila ia juga membungkusnya menggunakan kabel Canare yang lalu disematkan Aki Stinger sabagai penguat daya listriknya. Tak lupa perangkat car entertaimment juga turut disematkan seperti Pioneer AVH 7950 yang menempel di head unitnya juga LCD di head rest keluaran Symbion.
Dengan beberapa piranti audio tersebut wajar saja suara yang dihasilkan dari Honda City ini mendekati kesempurnaan, bahkan mobil ini juga sempat merajai di kelas 60 juta dan FFA. Hmm … makin penasaran bukan dengan instalasinya ? cona kita cek sama-sama bagaimana tanggapan dari kualitas suara yang dihasilkan ketika tim BosMobil mengetesnya beberapa waktu lalu.
Untuk Uji Dengar, Gambar Lengkap, Dan Data Modifikasi ---> Klik Disini
Wednesday, March 16, 2011
Liputan Modifikasi : The Swift Candy Red - Suzuki Swift Fentagon Bandung
0 comments Posted by crue at 2:49 AMSatu lagi modifikasi yang datang dari tanah Parahyangan – Bandung, dengan konsep elegan futuristik yang masih mempertahankan unsur performa dan car entertaimenntnya.
Kali ini berangkat dari generasi hatchback city car Suzuki dengan Swiftnya yang memang lebih banyak digunakan oleh kalangan muda-mudi, maka tak salah bila Irfan sebagai pemilik Swift ini juga ikutan nimbrung mengoprak-aprek tunggangannya.
Tampak luarnya terbilang cukup rapi dengan tampilan elegan dan beberapa perangkat custom bodi yang disematkan pada tubuh mungil kendaraan ini. Mulai dari custom wide body, custom bodykit, custom wing, custom twin tail pipe, sampai dengan sunroof Webasto. Seketika tampilanya jelas menjadi lebih sporty tanpa menghilangkan oroginalitas dari tampang Swift ini namun setelah semua terpasang bawaan warna aslinya ternyata juga di ubah dan dikelir ulang menggunakan warna Candy Red dan juga Black with Red Xyralic.
Tak sampai itu saja, guna mengeimbangi tampilan bodi kitnya, Irfan juga turut mengarap sektor kaki-kaki si mungil Swift ini. Penggunaan pelek Spirit Vientray 19” yang dikolaborasikan dengan piringan cakram big brake lines WP Pro membuat posisi roda harus miring, alias di buat ala custom chamber pada bagian belakang dan depannya, bahkan ia juga turut mengaplikasi air suspensi 4 titik keluaran Universal Air yang memungkinkan kendaraanya dapat turun naik ketika berjalan dan berhenti.
Beres dengan urusan eksteriornya, sekarang beralih kebagian interior atau kabin dalamnya. Untuk sektor kabinya terbilang cukup mendapat sentuhan yang signifikan dibeberapa bagian. Mulai dari bagasi dashboard yang diubah fungsinya menjadi tempat control air suspensi dan juga beragam aksesories serta instalasi audio 3 way front speaker Lunar Series sampai dengan bagasi belakang yang telah tersisi dengan perangkat car entertaimment. Sedangkan untuk keseluruhan lapisan joknya telah terbungkus lapisan full cover seat suede AMARA yang membuat sekilas pandang interiornya makin terlihat elegan bercampur nuansa sporty.
Seakan tak mau kalah, Irfan yang juga merupakan member dari Fentagon Community Bandung ini rupanya turut memperhatikan areal dapur pacunya. Hal ini terbukti dengan adanya pemasangan perangkat Turbo Garret AR48 yang dikolaborasikan lagi dengan turbo costum mani-fold, intercooler AutoBahn juga Blow Off HKS SSQV Black Limited. Dirasa tak cukup, untuk memperpadat kompresi mesinya maka ia juga melakukan porting & polish, nah jadi tak hanya sekadar tampilan saja yang keren, tapi mesin juga bisa ncusss …. Alias ngacir sob.
Untuk gambar lengkap dan data spesifikasinya ---> Klik Disini
Labels: Amara, Artikel Modifikasi, AutoBahn, Fentagon Bandung, HKS, suzuki swift, Swift Bandung, Turbo Garret, Venom
Sunday, March 13, 2011
Liputan Modifikasi : Livin In Sound Quality – Nissan Livina Mobiltronik
0 comments Posted by crue at 8:18 PMModifikasi Nissan Livina memang terbilang cukup jarang ditemui, bukan karena sulit untuk dimodif, namun kebanyakan orang memilih mobil ini memang untuk tidak diapa-apakan alias cukup standar saja. Namun rupanya hal ini tidak berlaku bagi Hendry selaku pemilik Livina berkelir hitam yang sempat meramaikan ajang final battle EMMA AudioBlast beberapa waktu lalu.
Tampang boleh standar namun, sektor instalasi audionya jangan dipertanyakan lagi, karena dengan apa yang disematkan ke dalam Livina ini ternyata telah memboyong Hendry merebut posisi ke dua kelas FFA Expert dalam gelaran Final Battle EMMA AudioBlast kemarin. Instalasi full spec yang disematkan oleh Hendry pada Livina yang digarap bersama workshop Mobiltronik ini telah mendatangkan kepuasan tersendiri bagi dirinya.
Penasaran dengan apa saja instalasi audionya …. Chekidot aja bareng-bareng apa aja isinya. Untuk pengontrol jantung suara, Hendry mempercayakan head unit Alpine F1 7990 yang kemudian digandeng degan piranti tweeter keluaran AMT Domination, sedangkan untuk mid rangenya ia menggunakan produk keluaran Micro Precision yang dipercaya dapat mengimbangi tweeter. Beralih kesuara tengah atau mid bassnya, ia memilih menyematkan midbass Seas Excel sebesar 6” yang dikolaborasikan lagi dengan suara tengah dari speaker Domination.
Untuk mengimbangi itu semua, Hendry pun telah menyiapkan Power sebanyak 3 unit yang ia pilih dengan menggunakan produk keluaran Macintosh dan disambung dengan processor PXI – H990 sebanyak dua buah. Masuk kesektor belakang, tepatnya di areal bagasi, sebagai pengolah suara rendah diambil dari sepasang subwoofer Velodyne yang lalu dikolaborasikan lagi dengan souround dan center belakang keluaran Venture V50, alhasil suarapun makin maknyuusss terdengar …
Untuk membuktikanya pun, tim Bosmobil menjajal sedikit bagaimana kenikmatan suara dari si hitam Livina ini, penasarankan ? Simak pembahasan ringanya di bawah ini …
Sound Stage:
- Ketinggian panggung luar biasa, karena berada pada “ear-level” dari posisi duduk pendengar. Secara horizontal pun, ketinggian panggung segaris rata, hanya saja pada posisi right center ada sedikit lebih rendah dibandingkan right.
- Kedalaman panggung cukup baik tetapi merupakan sektor terlemah dari keseluruhan point sound stage. Sumber suara terdengar kurang mundur, khususnya pada frekuensi mid-low.
- Lebar panggung sangat baik, apalagi jika mengingat perangkat tweeter dan midrange yang digunakan berdiameter besar sehingga membutuhkan pilar dengan volume lebih besar pula. Akibatnya secara “placing” cenderung lebih mendekat ke posisi duduk pendengar, tetapi toh ternyata dengan setting TA dan EQ yang tepat bisa didapatkan hasil yang maksimal.
- Ketinggian panggung luar biasa, karena berada pada “ear-level” dari posisi duduk pendengar. Secara horizontal pun, ketinggian panggung segaris rata, hanya saja pada posisi right center ada sedikit lebih rendah dibandingkan right.
- Kedalaman panggung cukup baik tetapi merupakan sektor terlemah dari keseluruhan point sound stage. Sumber suara terdengar kurang mundur, khususnya pada frekuensi mid-low.
- Lebar panggung sangat baik, apalagi jika mengingat perangkat tweeter dan midrange yang digunakan berdiameter besar sehingga membutuhkan pilar dengan volume lebih besar pula. Akibatnya secara “placing” cenderung lebih mendekat ke posisi duduk pendengar, tetapi toh ternyata dengan setting TA dan EQ yang tepat bisa didapatkan hasil yang maksimal.
Imaging:
- Secara overall, titik suara untuk tiap-tiap arah dari left hingga right sudah sangat fokus. Hanya pada right center saja ditemukan gejala seakan terlalu menempel pada posisi center. Tetapi hal ini bisa terjadi sepertinya dikarenakan system audio pada mobil ini disetting untuk penjurian kontes audio SQ dual positioning. Artinya penjurian menggunakan 2 juri sekaligus (kiri-kanan), sehingga ada konsekuensi terkait TA dan EQ.
- Untuk penilaian layering, dirasakan kurang sekali jika dibandingkan dengan kehebatan point sound stage. Suara kick drum dengan gitar bass masih seakan muncul dari titik yang sama (dimana idealnya kick drum lbh mundur/di belakang). Selain itu vocal penyanyi utama dengan choir/paduan suara juga terdengar terlalu berdempetan. Sedangkan untuk separasi, sudah bagus, yang ditandai dengan sumber suara tiap-tiap instrument maupun vocal utama terdengar nyata muncul dari posisi yang bersebelahan.
Tonal Accuracy:
- Untuk masing-masing sektor sub-bass, mid-bass, dan midrange, hasilnya adalah sangat ngeblend. Low yang sangat extend dan deep, kegesitan mid-bass dan sub-bass sangat berimbang, tidak ada gejala bass delay ataupun over loudness. Untuk frekuensi lower-upper midrange, output suara yang disajikan terbilang mewah. Hanya saja untuk frekuensi high (tweeter), seperti berbeda sendiri karakter/nuansa suaranya, cenderung dynamic.
- Secara overall, titik suara untuk tiap-tiap arah dari left hingga right sudah sangat fokus. Hanya pada right center saja ditemukan gejala seakan terlalu menempel pada posisi center. Tetapi hal ini bisa terjadi sepertinya dikarenakan system audio pada mobil ini disetting untuk penjurian kontes audio SQ dual positioning. Artinya penjurian menggunakan 2 juri sekaligus (kiri-kanan), sehingga ada konsekuensi terkait TA dan EQ.
- Untuk penilaian layering, dirasakan kurang sekali jika dibandingkan dengan kehebatan point sound stage. Suara kick drum dengan gitar bass masih seakan muncul dari titik yang sama (dimana idealnya kick drum lbh mundur/di belakang). Selain itu vocal penyanyi utama dengan choir/paduan suara juga terdengar terlalu berdempetan. Sedangkan untuk separasi, sudah bagus, yang ditandai dengan sumber suara tiap-tiap instrument maupun vocal utama terdengar nyata muncul dari posisi yang bersebelahan.
Tonal Accuracy:
- Untuk masing-masing sektor sub-bass, mid-bass, dan midrange, hasilnya adalah sangat ngeblend. Low yang sangat extend dan deep, kegesitan mid-bass dan sub-bass sangat berimbang, tidak ada gejala bass delay ataupun over loudness. Untuk frekuensi lower-upper midrange, output suara yang disajikan terbilang mewah. Hanya saja untuk frekuensi high (tweeter), seperti berbeda sendiri karakter/nuansa suaranya, cenderung dynamic.
Listening Pleasure:
- Menikmati system audio di dalam Livina hitam ini sangatlah menyejukkan hati dan pikiran. Staging-Imaging rapih dan Tonal bagus, adalah merupakan kombinasi jitu dari settingan yang optimal ditambah lagi dengan pilihan racikan barang/komponen audio yang tepat. Hasilnya, gonta-ganti CD mulai dari aliran rock, jazz, bahkan RnB sekalipun, dapat “diladeni” dengan enteng.
- Menikmati system audio di dalam Livina hitam ini sangatlah menyejukkan hati dan pikiran. Staging-Imaging rapih dan Tonal bagus, adalah merupakan kombinasi jitu dari settingan yang optimal ditambah lagi dengan pilihan racikan barang/komponen audio yang tepat. Hasilnya, gonta-ganti CD mulai dari aliran rock, jazz, bahkan RnB sekalipun, dapat “diladeni” dengan enteng.
Gambar lengkap, uji dengar , dan data modifikasi Klik Disini
Friday, March 11, 2011
Toyota Celica SS-II adalah sport car yang memiliki tampang standar yang berkesan balap. Tampang standar aja sudah bisa dibilang cihuy. Apalagi kalau sudah terkena sentuhan modifikasi. Makin cihuy donk. Ya benar, inilah Toyota Celica SS-II 2004 kepunyaan Sher Achmad Reza V. Awan yang dibelinya tahun 2008. Reza beruntung karena dia bisa membeli Toyota Celica SS-II TRD Version.
Konsep modifikasi yang dipilih oleh Reza untuk mobil Toyota Celica SS-II ini adalah Street Racing. “Konsep ini pas banget ama gaya hidup gua. Kebetulan gua suka ngebut di jalan raya tapi masih sering dipakai untuk harian. Siapa tau sambil jalan-jalan bisa balapan hihihi. Yang pasti Street Racing itu cowo banget deh.” ungkap Reza selaku ketua umum sekaligus pendiri X Rules 234.
Pada sektor bodi, Reza melapisi stiker di seluruh bodi mobilnya dengan warna Matteblack diikuti pengecatan dengan warna yang sama di bemper. Karena menjabat sebagai ketum, lambang 234 SC dibuat dalam ukuran besar dan ditempelkan pada bagian kap mesin. Demi mengejar Street Racing, Reza menambahkan TRD Hood Spoiler Bonnet Diffuser Wing Carbon, TRD Rear Spoiler Wing Carbon, dan TRD Custom Lips Carbon. Kemudian lampu belakang dilapisi stiker Smoke, diikuti kaca yang dilapisi 3M Autofilm Black Beauty & Night Hawk.
Modifikasi sektor interior tak kalah cihuy. Untuk menambah kesan Street Racing, jok Bride Ergo 2 dipasang menggantikan jok bawaan Toyota Celica SS-II ini, dilengkapi dengan seatbelt MOMO 4 Points dan Schrotch 4 Points yang membuatnya jadi pede saat ngebut di jalan raya. Sedangkan stir bawaan pabrik dan door trim dilapisi kulit warna hitam dari Autoleder. Carbon Print Panel, RaceTech Tachometer & Vacuum, Autogauge Volt Meter, dan TRD Speedometer Indiglow menambahkan kesan aliran Street Racing. Roll Cage 4 point dirasakan perlu selain melengkapi aliran Street Racing, juga untuk menambahkan keamanan saat ngebut di jalanan.
Pindah ke sektor kaki-kaki, Reza mengganti velg bawaan pabrik dengan velg SSR D5R Japan berukuran 19x8,5 inchi yang dilapisi ban Achilles dengan ukuran 225/35/19 di velg bagian depan dan ban Accelera dengan ukuran 235/35/19. Velg SSR tersebut tambah manis dengan baut roda dari D1Spec Japan. Jamex sportkit menggantikan suspensi standarnya. Efeknya mobil menjadi semakin cihuy karena mobil menjadi lebih ceper. Piringan cakram masih bawaan pabrik tetapi dimodifikasi dengan dibolong-bolongi. Bukan hanya sekedar gaya, “Biar ada angin masuk, tetapi cakram mobil gua sering kepanasan akibat dari hawa panas mesin. Pengennya sih ganti sekalian yang berukuran lebih besar. Tapi barangnya belum dapet, dan juga belum ada duit hihihi.” jelas Reza.
Walaupun mesin tidak terlihat dari luar, tetapi Reza juga memberi sentuhan modifikasi pada mesin Toyota Celica SS-II nya. Mesin 2ZZ-GE ini sebenarnya sudah cukup bertenaga. Tetapi dirasa Reza kurang. Ubahannya cukup ekstrim. Piston, Klep, dan Crankshaft diganti dari merek TRD. “Dulu gua pernah ngebut di tol dengan kecepatan 180km/jam, tapi setelah itu jebol mesinnya hihihi. Makanya internal mesin diganti pake TRD.” Ungkap pria yang bekerja sebagai IT Specialist ini. Pastinya sekarang lebih enak lagi dong larinya. Header diganti custom berkonfigurasi 4-1 lengkap dengan pipa berukuran 2 inchi berakhir dengan Muffler Trust Greedy. Bagian pengapian mesin dipakai dari HKS dan Pivot. Dastek Unichip Type Q dipakai untuk menipu ECU standar agar pengapian lebih maksimal yang mengakibatkan mesin lebih bertenaga. Hasilnya, tenaga 190HP diraih.
Sektor audio juga terkena imbas dari aliran Street Racing. Konsep dari penambahan audio kearah Sound Pressure Level (SPL). Head Unit yang dipakai adalah Pioneer P7650 lengkap dengan layar. Agar mendapatkan suara yang berkualitas, Reza memakai speaker Vifa Logic. Karena audio kearah SPL, sebanyak 4 subwoofer dimasukkan ke dalam mobil Toyota Celica SS-II nya yang masing-masing 2 Subwoofer Cliff Design Pro 12 inchi dan 2 Subwoofer Diamond M5 12 inchi. Semua dari speaker dan subwoofer di drive oleh power dari Krone, Cliff Design, Venom 2000D, dan Venom 800. “Gua demen banget sama lagu yang beat nya enak, seperti R&B, Techno, Hip-Hop, dan sejenisnya. Tapi kalau masalah selera, gua suka dengan semua jenis musik hehehe.” bilang pemuda berusia 23 tahun ini. Waduh, berarti dangdut juga suka bos? Hehehe kidding bos.
Dari semua sektor yang dimodifikasi, Reza mengikutsertakan Toyota Celica SS-II nya dengan mengikuti beberapa ajang kontes modifikasi. Hasilnya, “gua uda ngumpulin 8 piala untuk Celica ini sejak 2010. Sebenarnya gua dulu sering ikut kontes tapi waktu dulu masih pake Kijang Innova. Ya total ada 18 piala.” ucap Reza yang berdomisili di daerah Depok ini. “Ini mobil kesayang gua, bos. Karena ini mobil sport 2 pintu paling hemat bensinnya, dan urusan perawatan juga tidak terlalu ribet. Dan juga ini mobil paling berkesan karena semuanya memakai uang dari tabungan gua.” jelas Reza yang hobi main basket ini. Rencana kedepannya apa nih bos? “Rencana mau pakai bodikit dari Veilside lengkap dengan wide body, wing juga diganti, ngelapisin suede di interior, dan mau pasang NOS.” tutupnya.
Data modifikasi dan gambar lengkapnya klik ---> Disini
Sunday, March 6, 2011
Banyak aliran modifikasi yang beredar di Indonesia, mulai dari elegant, racing, extreme, dan lainnya. Akan tetapi, berbeda untuk Toyota Corolla kepunyaan Masagung Nugroho (Toyota Corolla 1995 Hijau, B 1616 TI) dan Brithma Argandhi (Toyota Corolla 1995 Silver, B 290 NI). Mereka tidak mau memodifikasi seperti yang banyak beredar sekarang ini. Modifikasi yang mereka terapkan ke mobil mereka adalah ke arah EUDM, yaitu Europe Domestic Market.
Toyota Corolla yang beredar di benua Eropa adalah jenis FX. Sekilas sama seperti Toyota Corolla lokal. Tetapi apabila disimak lebih lanjut, terdapat perbedaan di sektor eksterior dan interior. Hal inilah yang membuat mereka rela merogoh kocek yang lebih dan memasukan barang tersebut dari luar negri. Selain itu, “Bentuknya pas banget dengan selera saya, apalagi fog lamp nya. Lagipula Toyota Corolla FX model paling langka.” ujar Masagung. “Bentuk lebih sporty, dan juga berbeda dengan versi JDM nya, kalau versi JDM hampir mirip dengan lokal. Coba lihat aja, ada fog lamp, rear fog lamp, safety tool, dan garnish belakang terdapat lisence plate.” bisik Brithma sambil menunjukkan satu persatu bagian yang berbeda. Yuk kita lihat satu persatu bagian apa yang berbeda dari Toyota Corolla FX.
Di sektor eksterior, mereka mengganti bempernya dengan standarnya Toyota Corolla FX lengkap dengan fog lamp dan grill FX. Pemasangannya pun tidak menemukan kesulitan, tinggal buka baut, copot bemper, lalu pasang bemper kepunyaan FX. Demikian juga bemper belakang dengan mudah dipasang. Bos Brithma, kok bemper nya berwarna hitam? “Sebenarnya memang aslinya warna hitam, dan ada kulit jeruknya. Awalnya saya mau cat ulang, tetapi setelah saya browsing di situs luar negri, saya melihat ada Corolla dengan bemper yang masih berwarna hitam dan warna bodi silver.”ujar penghuni Bintaro ini. Headlamp dari mobil Masagung digantikan dengan Smoked Diamond Cut Koito OEM AE101 berikut lampu sein nya. Sedangkan mobil Brithma tetap menggunakan lokal tetapi sedikit berbeda di bagian lampu sein terdapat Side Marker.
Pada bagian buritan, Brithma menggunakan Stoplamp Toyota Corolla merek Icikoh, sedangkan Masagung masih menggunakan kepunyaan lokal. Sekilas antara stop lamp lokal dan Icikoh mirip, tetapi berbeda pada merek Icikoh terdapat Fog Lamp yang terdapat di kedua dari kanan. Lips Three Pieces OEM Corolla FX ditambahkan untuk mempercantik penampilan mobil mereka. Pada bagian bagasi, Masagung menambahkan Rubber Ducktail, sedangkan Brithma tidak menambahkan apa-apa.
Masih seputar eksterior, spion pada mobil mereka diganti dengan OEM AE101 Retractable Mirror di mobilnya Masagung, dan OEM AE101 Wagon Retractable Mirror di mobilnya Brithma yang berbentuk agak mengkotak.
Tidak lupa di bagian interior juga terkena imbasnya akibat penggantian bagian eksterior yang kearah EUDM. Walaupun barang-barang tersebut kecil, tapi terlihat lebih manis disbanding Toyota Corolla lokal. Bisa dilihat dari adanya switch button C-diff, stir OEM AE101 Toyota Corolla FX, shift knob OEM AE101 Toyota Corolla FX, arm rest OEM AE101 Toyota Corolla FX, clean box OEM AE101 Toyota Corolla FX, cup holder OEM AE101 Toyota Corolla FX. Tetapi di Toyota Corolla Masagung, bangku kemudi diganti oleh OEM AE101 Toyota Corolla Sprinter Marino, dan clean ace OEM AE101 Toyota Corolla FX yang merupakan barang yang sangat ‘rare items’. Sedangkan di Toyota Corolla Brithma, bangku kemudi tetap standarnya, tetapi ditambahkan burger tray, sunglass tray, dan tweeter cover. Lengkap sekali ya bos barang-barang importnya. Di bagian sound system, Masagung menggantikan head unit nya dengan Clarion DXZ946MP. “Punya saya yang standarnya sudah amburadul bos, hahaha.” Sedangkan Brithma masih menggunakan bawaan pabrik dari Toyota Great Corolla yaitu Alpine seri jadul. “Orisinil kan bos? Hehehe.” Bisiknya.
Pada bagian kaki-kaki, Toyota Corolla milik Brithma masih menggunakan standar dari Toyota Great Corolla, yaitu velg kaleng lengkap dengan dop nya. Terlihat orisinil sekali mengingat susah sekali mencari velg standar dari Toyota Great Corolla. “Bener bos, saya ingin mobil saya terlihat orisinil, lagipula pasti sudah di test kehandalannya oleh insinyur di Jepang, hehehe.” bilang pria ramah ini. Sedangkan Toyota Corolla milik Masagung, velg standar dipensiunkan dulu, diganti Bridgestone SRM 14 inch warna putih. Kok tidak lebih besar diameternya bos? “Sengaja saya pilih velg yang diameternya sama, biar lebih murah perawatan kaki-kaki nya bos.” ujar Masagung. Kedua mobil tersebut tidak ada perubahan di sektor suspensi alias masih menggunakan bawaan pabrik. Pastinya nyaman sekali untuk dibawa harian ya bos.
Pindah ke sektor mesin, keduanya masih menggunakan mesin bawaan Toyota Great Corolla yaitu 4A-FE. Padahal Toyota Corolla FX menggunakan mesin 4A-GE20V. Tidak ada niatan ganti mesin nih bos? Masagung angkat suara, “Wah nggak deh bos, uangnya nggak ada.” Sedangkan jawaban dari Brithma mirip-mirip dengan Masagung, “Untuk sektor mesin merupakan bagian akhir dari tahapan modifikasi, karena pengaruhnya ke sektor lain seperti transmisi, dan kaki-kaki. Semua hal ini kami pertimbangkan, karena menganut sistem UUD alias ujung-ujung duit, hahaha. Tetapi saya sudah siapkan header Toyota Corolla yang beredar di Australia yang bisa meningkatkan tenaga sekitar 5HP.” Tetapi sektor mesin bukannya sama sekali tidak ada sentuhan modifikasi. Untuk mempercantik penampilan di balik kap mesin, Masagung menambahkan air filter K&N replacement, dan strutbar three point OEM AE101 Toyota Corolla. Sedangkan Brithma menambahkan kabel busi TRD, oil cap TRD, dan strutbar TRD.
“Wah kalau mobilnya Masagung lebih lengkap optional rare parts nya daripada mobil saya.” ujar Brithma mengenai mobilnya Masagung. Sedangkan Masagung membalasnya, “Salah satu Toyota Corolla terbaik di Indonesia. Mantap lah mobilnya Brithma.” Apa kesan yang kalian dapat dari barang-barang rare items yang kalian peroleh? Keduanya sepakat menjawab, “Harus bersabar bos, dan juga ngeluarin duitnya malas. Tetapi puas.”
Untuk gambar lengkap dan data modifikasi, klik ---> Disini
Subscribe to:
Comments (Atom)



